Follow Us @soratemplates

Friday, June 28, 2019

Karena Kamu Akan Merindukanku

6:49 PM 0 Comments

Akan ada satu waktu ketika kamu dalam perjalanan menuju tempat kerja, kamu akan merindukanku. Meskipun beberapa detik yang lalu mungkin kamu baru saja menghubungiku.

Akan ada satu waktu ketika kamu sedang berada diperpustakaan, kamu akan merindukanku. Aku akan ada dalam salah satu halaman buku yang kamu baca tanpa pernah kamu sangka.

Akan ada satu waktu ketika kamu sedang dalam pesawat, kamu akan merindukanku. Meskipun baru saja aku mengantarkanmu, bertukar pesan dan ucapan hati-hati.

Kamu akan merindukanku,
Ketika kamu sedang makan atau bermain bersama teman-temanmu, atau ketika kamu sedang menonton TV, atau ketika kamu berada dalam keramaian, atau ketika kamu masih terjaga tengah malam, atau apapun itu. Iyaa, kamu akan merindukanku.

Kamu akan merindukanku,
Meskipun chat terakhirmu adalah aku, meskipun panggilan terakhirmu adalah aku, meskipun kita sedang makan bersama, meskipun beberapa menit yang lalu kita baru berpisah. Iya, kamu akan merindukanku.

Jika nanti garis hidup kita tidak bertemu,
Jika nanti kita punya kehidupan baru berbeda,
Jika nanti kita sama-sama adalah masa lalu,
Satu hal,
Kamu akan merindukanku,
Entah kenapa tapi kamu akan merindukanku.

Dari Yogyakarta,
28 Juni 2019

Wednesday, June 26, 2019

#Bapak

7:57 PM 0 Comments
Bapak tidak banyak bicara. Ketika cinta bukan lagi kata sifat dan telah berubah menjadi kata kerja baginya. Tangannya kasar ketika akan kusalami, semua yang dilakukannya adalah untukku. Ketika masih kecil, bapak selalu membatasi ku dengan semua aturan-aturan keras yang dibuatnya. Tapi percayalah itu salah satu wujud cinta yang bisa dilakukannya. Ketika beranjak dewasa, bapak melonggarkan semua peraturan-peraturannya karena dia percaya anak gadisnya bukan lagi gadis kecil walupun baginya aku akan tetap gadis kecilnya. Itu bukan karena dia tidak peduli lagi tapi dia percaya padaku.

Ketika pertama kali mereka harus melepaskanku untuk sekolah di luar kota, badan bapak begitu kaku untuk memelukku. Dengan sebuah tatapan, aku mengerti kalau bapak sangat khawatir dengan kepergianku. Tatapannya mengandung sejuta pesan untukku, aku tahu itu. Bapak hanya sulit mengungkapkan dalam perkataan seperti yang ibu lakukan.

Cinta bapak begitu dingin tak berbahasa. Dulu sebelum kepergiaan ibu, ponsel ku selalu berbunyi setiap harinya tapi lihat, itu bukan bapak tapi ibu yang menelpon. Bapak jarang untuk menelponku terlebih dahulu. Aku sempat berpikir bagaimana ibu bisa jatuh cinta kepadanya, aku belum mengerti. Bapak memang begitu dan aku mencintai bapakku yang seperti itu.

Suatu ketika kepergian ibu, aku baru pertama kali melihatnya menangis di dapan mataku, memelukku lebih lama dan hangat sekali, ada cinta yang terbahasakan dalam kesedihan. Tubuhku yang saat itu terasa lemas sekali, tapi tidak karena ada bapak yang menopangku. Terbesit dalam pikiranku, tidak akan lagi ada kata-kata cinta yang akan kudengar dari ibu karena bapak begitu pasif dengan hal-hal seperti itu.

Masih teringat saat aku kembali melihatnya menangis untuk kedua kalinya, ketika dihari ulang tahunku ke-20 tahun, yaitu setelah 4 bulan kepergiaan ibu. Setiap tetes airnya mengandung sejuta doa, harapannya terhadapku. Bapak begitu tidak ingin terlihat lemah dihadapanku, dia berusaha menahan tangisannya. Tapi ketika semuanya tidak bisa terkendali, disitu aku melihat sisi lain dari bapakku.

Sejak kepergian ibu, tenyata dugaanku salah. Bapak yang dulunya pasif dengan kata-kata cintanya tapi sekarang tidak. Seperti ada sosok ibu yang kutemui dalam diri bapak. Di ujung telepon, ibu seperti menuntun dan berbisik kepada bapak untuk mengatakan kata-kata cinta itu kepadaku. Indah bukan? Aku bisa mendengarkan kata-kata cinta dari bapak dengan merasakan sosok ibu didalamnya.

Suatu hari nanti, ketika seorang lelaki datang untuk mengambilku, bapak pasti akan sangat hati-hati untuk memberi izin. Gadis kecilnya yang dibesarkannya dengan hati-hati ini harus mendapatkan kebahagian yang sama bahkan lebih, pikirnya. Dan sampai akhirnya bapak melihatku duduk bersama pilihanku yang direstuinya, akan ada senyum bahagia yang kulihat dari wajahnya yang telah menua. Mungkin setalah itu bapak hanya bisa menunggu kedatanganku bersama cucu-cucu nya yang datang untuk menjengguknya dengan keadaan rambut yang memutih dan tubuhnya yang tidak lagi kuat tapi tetap dapat menjagaku.

Sunday, April 14, 2019

Terimakasih~

9:39 PM 0 Comments


“Kamu tahu apa satu kesalahan besar laki-laki?”
“Tidak. Apa itu?”
“Adalah mengatakan perasaannya tapi tidak siap untuk mengikatnya. Begitu kata ibuku”
“Lalu kamu?”
“Aku merasa belum cukup kuasa untuk mengatakannya”
“Lalu bagaimana?”
“Aku akan memudahkan urusannya, membantu menyelesaikan masalahnya diam-diam. Membuat dia bahagia diam-diam. Dan terakhir mendoakan dia dengan cara-cara yang ahsan”
***
Pernah satu waktu, pagi hari. Matahari telihat malu untuk menampakan dirinya dan memperlihatkan keindahannya. Dia muncul namun bersembunyi dibalik tebalnya awan. Tapi itu tidak mengurangi keindahannya dan rasa terimakasih ku, padanya matahari dan padamu yang menemani.

Terimakasih....
Terimakasih telah bersedia bersabar.
Bersabar atas perasaan yang sedang tumbuh begitu kuatnya.
Bersabar atas menunggu waktuku yang lebih luang.

Terimakasih telah bersedia menjaga diri.
Menjaga diri dari segala macam perasaan yang mencoba datang padamu.
Menjaga diri dari perasaanku yang sedemikian rupa.

Terimakasih telah bersedia percaya.
Percaya pada jarak yang sama sekali tidak mau mengalah dan akhirnya membuat rindu itu menjadi sakral.
Percaya pada doa yang selalu bisa menentramkan yang bersedih, mendekatkan yang jauh, menguatkan yang lemah, dan menyatukan yang terpisah.

Terimakasih...
Karena sekarang kita paham bahwa yang berharga tidak dengan mudah dapat dimiliki.
Karena sekarang kita percaya bahwa untuk menjadi indah, kita butuh waktu.

Pagi ini dan seterusnya, aku akan berdoa bagaimanapun caranya. Semoga Allah melembutkan hati orang-orang terdekat kita. Semoga Allah memberikan keluasan hati pada diri kita untuk menerima segala bentuk kekurangan dan kelebihan satu sama lain.

Saat ini, kita sedang diuji dengan kehadiran masing-masing. Kita sama-sama menjadi ujian satu sama lain. Dan aku tidak mau membiarkanmu terlalu lama berasumsi, menerka-nerka sesuatu yang selama ini tidak terucapkan.
***
“Boleh rindu asal tidak lupa berdoa”  katamu pagi itu



Friday, March 22, 2019

:Ibumu

8:07 AM 0 Comments


Ibumu adalah seseorang yang paling terbaik dan mungkin aku tidak bisa menyamai beliau. Dalam ukuran apapun tidak akan bisa mencapai rasa cinta seperti beliau. Rasa kasih sayang yang selalu membuatmu merasa nyaman setiap waktunya.
Ibumu, menyaksikan tumbuhmu sejak berada dalam rahimnya. Mual pertama kali hingga susah tidur dimalam hari. Menyaksikanmu tumbuh berkembang menjadi laki-laki hebat dan tempatmu belajar segala hal tentang dunia ini.
Jelas sekali aku tidak mampu menjadi paling terbaik seperti beliau untukmu. Bagaimana mungkin aku bisa menyamai rasa cinta yang berpuluh-puluh tahun ditumbuhkan untukmu. Tidak bisa sedikitpun.
Memang akan selalu seperti itu. Dan aku belum tahu bagaimana nanti jika harus berhadapan dengan orang yang menyandang predikat terbaik dalam hidupmu itu. Kalau beliau mengujiku untukmu, rasa-rasanya aku akan selalu tampak kurang.
Katakan pada ibumu, aku akan belajar. Membuat beliau percaya bahwa aku akan membantumu untuk tetap berbakti padanya. Karena kamu akan menjadi sebab besarku masuk surga dan surgamu tetap ada pada ridho ibumu.

Dari aku di Yogyakarta, sedang musim hujan
22 Maret 2019

Friday, February 1, 2019

SENJA

3:52 AM 0 Comments


Jika hujan selalu datang lagi walaupun tahu rasanya jatuh berkali-kali. Lalu begitupun senja. Senja akan tetap kembali walaupun telah pergi.
Ada hal yang membuatmu selalu mau menunggu senja. Walaupun kadang hari ini senja bisa saja muncul dengan semua keindahannya, lalu esok hari tidak menampakkan dirinya. Dan kamu kesal, sedih, marah tapi esok harinya kamu tetap menantinya. Itu karena senja sudah memiliki tempat lain di dalam hatimu.
Ada hal yang membuatmu selalu merindukan senja. Dimanapun kamu berada, kamu tetap bisa mendapatkan senja. Tapi akan beda rasanya dengan tempat dimana awal kamu bertemu dan jatuh hati pada senja. Itulah yang  lalu membuatmu rindu.
Ada hal yang membuatmu selalu bisa bertahan dengan senja. Walaupun senja tidak pernah menjanjikan keindahan padamu setiap hari, tapi ada sesuatu yang hanya kamu yang tahu tentang senja. Dan kamu menyukai sesuatu itu, tidak yang lain.

Dan ada hal yang nantinya membuatmu bisa melepas senja. Yaitu ketika senja pergi lalu kembali tapi bukan untukmu lagi.

Palu
Sedang liburan dan hampir selesai
31 Januari 2019