Follow Us @soratemplates

Sunday, April 14, 2019

Terimakasih~

9:39 PM 0 Comments


“Kamu tahu apa satu kesalahan besar laki-laki?”
“Tidak. Apa itu?”
“Adalah mengatakan perasaannya tapi tidak siap untuk mengikatnya. Begitu kata ibuku”
“Lalu kamu?”
“Aku merasa belum cukup kuasa untuk mengatakannya”
“Lalu bagaimana?”
“Aku akan memudahkan urusannya, membantu menyelesaikan masalahnya diam-diam. Membuat dia bahagia diam-diam. Dan terakhir mendoakan dia dengan cara-cara yang ahsan
***
Pernah satu waktu, pagi hari. Matahari telihat malu untuk menampakan dirinya dan memperlihatkan keindahannya. Dia muncul namun bersembunyi dibalik tebalnya awan. Tapi itu tidak mengurangi keindahannya dan rasa terimakasih ku, padanya matahari dan padamu yang menemani.

Terimakasih....
Terimakasih telah bersedia bersabar.
Bersabar atas perasaan yang sedang tumbuh begitu kuatnya.
Bersabar atas menunggu waktuku yang lebih luang.

Terimakasih telah bersedia menjaga diri.
Menjaga diri dari segala macam perasaan yang mencoba datang padamu.
Menjaga diri dari perasaanku yang sedemikian rupa.

Terimakasih telah bersedia percaya.
Percaya pada jarak yang sama sekali tidak mau mengalah dan akhirnya membuat rindu itu menjadi sakral.
Percaya pada doa yang selalu bisa menentramkan yang bersedih, mendekatkan yang jauh, menguatkan yang lemah, dan menyatukan yang terpisah.

Terimakasih...
Karena sekarang kita paham bahwa yang berharga tidak dengan mudah dapat dimiliki.
Karena sekarang kita percaya bahwa untuk menjadi indah, kita butuh waktu.

Pagi ini dan seterusnya, aku akan berdoa bagaimanapun caranya. Semoga Allah melembutkan hati orang-orang terdekat kita. Semoga Allah memberikan keluasan hati pada diri kita untuk menerima segala bentuk kekurangan dan kelebihan satu sama lain.

Saat ini, kita sedang diuji dengan kehadiran masing-masing. Kita sama-sama menjadi ujian satu sama lain. Dan aku tidak mau membiarkanmu terlalu lama berasumsi, menerka-nerka sesuatu yang selama ini tidak terucapkan.
***
“Boleh rindu asal tidak lupa berdoa”  katamu pagi itu