Follow Us @soratemplates

Saturday, October 26, 2019

Aku Sedang Mencintainya

7:36 AM 0 Comments

Hari ini hujan, deras sekali, untungnya aku tidak sendirian dan aku tidak sedang jatuh cinta. Katanya jangan jatuh cinta saat hujan. Karena ketika besoknya kamu patah hati, maka setiap hujan turun kamu akan mengingat soal kejadian menyakitkan itu. Ahhh, itu karena kamu belum bisa menerimanya, kamu masih sekedar melupakannya.

Memang aroma kopi hangat adalah hal terbaik saat hujan dan sekarang aku sedang mendapatkan keduanya, aroma kopi hangat bersama hujan di kedai kopi favoritku. Disisi lain, temanku Bumi terlihat begitu gelisah. Iya, dia gelisah menunggu hujan berhenti. Karena Pelangi-nya tidak akan datang setelah nanti hujan reda.

Namanya Bumi. Dia temanku, seorang laki-laki yang saat ini sedang jatuh cinta pada temannya, namanya Pelangi, bukan yang lain.

Gelisah sekali temanku ini menunggu Pelanginya. Yang ku dengar sedari tadi selain suara hujan adalah nama Pelangi yang disebutkan oleh Bumi terus menerus. Entah sudah seberapa banyak. Tapi saat nanti Pelanginya muncul, dia terlihat malu-malu. Aku sudah hafal dengan sikap Bumi yang seperti itu.

“Bumi, kenapa kamu tidak mengungkapkan saja perasaanmu untuk Pelangi? Kamu takut?”

“Mencintai tidak hanya tentang keberanian, atau kesempatan. Namun, tentang keimanan dan ketaqwaan”

“Lalu?”

“Tidak semua perasaan itu harus dituruti. Tidak harus dikatakan. Aku sudah mendekatinya, dengan doa”

“Pelangi begitu indah, tidak ada yang menepis keindahan Pelangi. Kalau nanti Pelangi muncul tapi tidak padamu. Kamu mau seperti itu?”

“Tidak”

“Lalu?”

“Aku sedang mencintainya dan dia tidak perlu tahu itu. Aku yakin, ada masanya dimana Tuhan yang akan memberitahunya dan kami akan bergerak mendekat sesuai kemauan-Nya”

“Sebegitu yakin kamu Bumi. Apa kamu bisa yakin kalau Pelangi juga mencintaimu?”

“Aku yakin, sangat yakin”

“Percaya diri sekali, seyakin itu kamu. Apa dasarnya?”

Bukan cinta kalau dia tidak membuatmu yakin

Itulah temanku Bumi, dengan segala caranya untuk mendekati Pelangi. Dengan cara yang mungkin susah ku pahami bahkan manusia lain pun. Disaat orang-orang berusaha mengungkapkan perasaanya, Bumi tidak mau. Dan Pelangi tidak tahu soal itu sampai nanti Tuhan yang memberi tahu. Itu yang dikatakan Bumi.

Kopi hangat ku sudah hampir habis dan hujan mulai mereda, artinya Pelangi sebentar lagi datang dan Bumi nanti akan memalu. Dan aku masih sama, tidak mengerti dengan pemikiran Bumi. Yahhh, tapi setidaknya aku tahu kalau Bumi mencintai Pelangi.