Follow Us @soratemplates

Wednesday, December 7, 2016

Sendiri(?)



Sebagai seorang manusia mampukah kita hidup seorang diri? Melakukan semua hal dalam hidup sendiri, mungkin bisa namun apakah kamu tidak merasa terlalu berat menanggung semuanya sendiri. Walaupun benar jangan bergantung kepada siapapun karena tak semua orang selalu berpihak terhadapmu. Tapi bagaimana jika kedua tanganmu sudah tak mampu membawanya sendiri, bagaimana jika kedua kakimu terlalau lelah untuk berjalan sendiri, bagaimana jika kepalamu butuh bersandar sejenak dipelukan seseorang, bagaimana jika kamu membutuhkan sebuah kata “tenang saja aku ada disini bersamamu”. Semua hal itu hanya dapat kita dapatkan jika kita tidak sendiri, melainkan menjadi mahluk sosial yang saling membutuhkan dan membantu.  


Apakah semudah itu menemukan seseorang untuk menemani hidup kita. Pernahkah kamu berfikir, jika tak semudah itu membiarkan seseorang untuk masuk dalam hidup kita. Hidup yang dimana kamu sudah terbisa untuk sendiri. Bagaimana jika seseorang itu datang hanya untuk memporak porandakan hidup kita, yang telah tertata rapi. Mampukah seseorang tersebut bertahan dalam waktu yang panjang dengan semua kelebihan dan kekurangan kita. Jangan pernah berfikir jika seseorang terlalu lama sendiri dalam hidupnya karena dia “terlalu memilih seseorang untuk masuk ke kehidupannya”. Karena tak semudah itu membiarkan seseorang tahu diri kita secara lebih. Terkadang seseorang terlalu lama sendiri bukan karena dia ingin sendiri, namun karena dia belum menemukan seseorang yang dirasa tepat ataupun pantas untuk masuk dan mengenal kehidupannya. Bagaimana bisa bertemu seseorang yang tepat jika kamu tak mau membuka diri terhadap orang lain? Percayalah jika seseorang tidak pernah benar-benar menutup hati dan dirinya, dia hanya berhati-hati dalam hidupnya. Dia hanya menjaga hati yang begitu berharga dari seseorang yang hanya akan menghancurkannya. 

Seseorang yang terbiasa sendiri, mereka telah memiliki zona nyaman dalam hidupnya. Zona dimana dia tidak harus memikirkan seseorang terlalu berlebihan, tidak ada orang yag mengusik hidupnya. Namun bukankah seperti itu sangat abu-abu, apakah seorang itu akan bahagia bila terus sendiri? Apakah dia tidak kesepian? Tidak sepenuhnya hidupnya abu-abu atau sedirian, karena dia masih memiliki seorang teman dalam hidupnya, teman yang berusaha merubah rasa sepinya menjadi sedikit menyenangkan. Kenali dia dengan perlahan, jangan hanya melihatnya sebelah mata, karena waktu satu hari bahkan berbulan tak cukup untuk dia membiarkanmu masuk dalam hidupnya. 

Bersabarlah dengan dia, karena kamu sedang mengenal seseorang yang sudah memiliki zona nyaman dalam hidupnya. Buatlah dia perlahan-lahan yakin untuk keluar dari zonanya dan semua memang pantas untuk dilalui.

Jangan janjikan apapun kepadanya, karena semua yang keluar dari mulutmu tak semua bisa kau lakukan. Namun cukup lakukan hal-hal kecil yang membuat dia percaya. Dan jangan berjanji akan selalu membahagikan dia, berkatalah jujur bahwa tak selamanya kamu mampu membahagiakan dia namun kamu akan berusaha untuk membahagiakan dia.  Apabila kamu berhasil meyakinkan dia, maka dia akan berkata pada diri sendiri “kamu orang yang aku butuhkan”.



Penulis :
Primadona Ciko Karisa
(@primadonaciko)

No comments:

Post a Comment